Tari Dana Dana Tarian Tradisional Dari Gorontalo

Tarian tradisional satu ini merupakan tarian masyarakat Gorontalo yang sangat kental akan unsur Islamnya. Namanya adalah Tari Dana Dana.

Apakah Tari Dana Dana itu?

Tari Dana Dana adalah salah satu tarian tradisional dari daerah Gorontalo. Tarian ini termasuk jenis tarian pergaulan masyarakat yang biasanya ditampilkan oleh penari pria maupun penari wanita. Selain itu tarian ini juga merupakan perpaduan budaya Islam dan budaya masyarakat setempat, hal itu terlihat dari gerakan penari dan pengiringnya. Tari Dana Dana merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Gorontalo dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan, perayaan hari besar dan lain-lain.

Sejarah Tari Dana Dana

Menurut sejarahnya, Tari Dana Dana mulai muncul dan dikenal oleh masyarakat seiring dengan masuknya pengaruh Agama Islam di Gorontalo. Pada saat itu, Tari Dana Dana digunakan oleh para ulama sebagai media penyebaran dakwah Islam. Tarian ini juga ditampilkan pada saat pesta pernikahan Sultan Amay dan Putri Owotango. Semenjak itulah tari dana dan mulai dikenal oleh masyarakat Gorontalo.

Tari Dana Dana awalnya ditarikan oleh penari pria dan wanita secara berpasangan. Namun ketatnya peraturan dan ajaran Agama Islam pada masa itu tidak mengijinkan penari pria dan wanita ditampilkan secara bersamaan. Karena apabila ditampilkan bersamaan maka mereka bisa dengan mudah bersentuhan kepada yang bukan muhrimnya. Sehingga pada saat itu Tari Dana Dana hanya dibawakan oleh penari pria saja.

Seiring dengan perkembangan zaman Tari Dana Dana terus dikembangkan oleh para Seniman di Gorontalo. Salah satunya adalah dengan menampilkan kembali para penari wanita dalam tarian ini. Walaupun begitu, namun gerakan, formasi, dan busana mereka tetap disesuaikan dengan syariat Islam yang berlaku agar tidak saling bertentangan.

Fungsi Dan Makna Tari Dana Dana

Tari Dana Dana ini biasanya ditampilkan untuk memeriahkan acara penyambutan maupun perayaan hari besar di Gorontalo. Apabila dilihat dari fungsinya, Tari Dana Dana lebih dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan bahagia. Namun apabila dilihat dari gerakan para penari, tarian ini bisa dimaknai sebagai tarian pergaulan masyarakat. Selain itu tarian ini juga dimaknai sebagai media penyampaian pesan-pesan yang berhubungan dengan Agama Islam tentunya.

Pertunjukan Tari Dana Dana

Dalam pertunjukan Tari Dana Dana terbagi menjadi dua jenis tarian yaitu Tari Dana Dana klasik dan Tari Dana Dana modern. Pada pertunjukan Tari Dana Dana klasik biasanya lebih mengacu pada konsep Tari Dana Dana pada zaman dahulu, yaitu Tari Dana Dana yang ditarikan oleh penari pria saja. Dalam segi gerakan yang ditampilkan biasanya merupakan gerakan asli dari tarian ini.

Sedangkan untuk Tari Dana Dana modern merupakan Tari Dana Dana yang telah dimodifikasi sehingga juga terdapat penari wanita didalamnya. Selain itu dalam segi gerak, formasi, kostum, dan jumlah penari biasanya lebih bervariasi, tergantung kelompok yang menampilkannya. Walaupun sudah dimodifikasi Tari Dana Dana modern tidak meninggalkan keasliannya.

Tari Dana Dana ini biasanya lebih didominasi dengan hampir semua bagian tubuh dengan gerakan dinamis dan energik. Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata “Daya Dayango” yang berarti menggerakan semua bagian tubuh. Selain itu gerakan dalam tarian ini cenderung bertempo cepat sehingga mengutamakan kelincahan dalam menarikannya. Walaupun begitu apabila kita amati, setiap gerakan dalam Tari Dana Dana ini memiliki makna dan pesan-pesan didalamya.

Pengiring Tari Dana Dana

Dalam pertunjukan Tari Dana Dana biasanya diiringi oleh alat musik seperti rebana dan gambus. Irama yang digunakan biasanya cenderung bertempo cepat sesuai dengan gerakan para penari dan penyanyi lagu. Lagu-lagu yang dibawakan biasanya berisi pantun-pantun bertemakan kehidupan dan pesan Agama. Variasi gerakan penari biasanya juga disesuaikan dengan lagu yang mengiringinya agar pesan-pesan yang disampaikan bisa diterima oleh para penonton.

Kostum Tari Dana Dana

Busana yang digunakan dalam tarian ini biasanya merupakan pakaian adat yang divariasi dengan unsur busana muslim didalamnya. Untuk penari wanita biasanya menggunakan pakaian yang tertutup dan menggunakan jilbab atau hijab yang menjadi ciri khas muslimah. Selain itu penari juga dihias dengan berbagai pernak-pernik untuk mempercantik dan pemanis.

Sedangkan untuk penari pria biasanya menggunakan pakaian adat pria. Busana tersebut seperti  baju lengan panjang dan celana panjang. Selain itu penari pria juga menggunakan penutup kepala dan sarung yang dikenakan di pinggang mereka. Di beberapa pertunjukan ada juga beberapa penari pria yang menggunakan kostum yang bertema Timur Tengah. Tentunya hal tersebut merupakan kreasi tambahan agar pertunjukan terlihat menarik.

Perkembangan Tari Dana Dana

Dalam perkembangannya Tari Dana Dana masih terus dilestarikan dan dikembangkan di Gorontalo. tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, perayaan hari besar, pertunjukan seni dan festival budaya. Berbagai kreasi dan variasi juga sering ditambahkan di setiap pertunjukannya, baik dalam segi gerak, formasi, maupu kostum yang digunakan agar terlihat menarik.

Sekian pengenalan tentang “Tari Dana Dana Tarian Tradisional Dari Gorontalo”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang kesenian tradisional di Indonesia.


YUK CINTAI DAN LESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL DI INDONESIA!

Related Posts: