Tari Kebalai Tarian Tradisional Dari Rote Ndao, NTT

Tarian satu ini merupakan salah satu tarian yang bersifat pergaulan atau hiburan yang khas dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namanya adalah Tari Kebalai.

Apakah Tari Kebalai itu?

Tari Kebalai adalah salah satu tarian tradisional dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini tergolong tarian bersifat pergaulan atau hiburan yang biasanya dilakukan secara masal oleh masyarakat di sana. Tari Kebalai merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Rote Ndao dan sudah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat di sana.

Asal Mula Tari Kebalai

Tari Kebalai merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Pada zaman dahulu, tarian ini sering dilakukan setelah acara pemakaman adat. Setelah upacara pemakaman selesai, para keluarga, kerabat, maupun para tamu yang datang berkumpul dan melakukan tarian ini. Tari Kebalai ini dilakukan dengan tujuan untuk menghibur keluarga yang sedang berduka, sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak terlarut dalam duka yang mendalam.

Seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini tidak hanya dilakukan pada saat acara pemakaman saja, namun juga sering ditampilkan di berbagai acara yang bersifat hiburan seperti acara adat, penyambutan, perayaan serta pertunjukan seni  budaya.

Fungsi Dan Makna Tari Kebalai

Selain berfungsi sebagai hiburan, tarian ini juga dimaknai sebagai dukungan untuk keluarga yang berduka agar tetap tabah dan bangkit dari rasa duka. Nilai-nilai kebersamaan dan persatuan sangat terasa dalam tarian ini, dimana mereka berkumpul untuk menyatukan rasa dan saling mendukung saat salah satu dari mereka sedang berduka. Selain itu tarian ini juga dijadikan sebagai media untuk mempererat hubungan sosial yang terjalin diantara mereka.

Pertunjukan Tari Kebalai

Tari Kebalai ini biasanya dilakukan secara masal dan diikuti oleh masyarakat baik pria atau wanita, tua atau muda, mereka berkumpul menjadi satu dan ikut menarikan tarian ini. Dalam tarian ini para penari membuat satu lingkaran dengan saling berpegangan dan menari sesuai dengan irama syair yang dilantunkan oleh pelantun syair (manahelo dan manasimba). Gerakan dalam Tari Kebalai biasanya lebih didominasi oleh gerakan kaki yang bergerak maju mundur serta gerakan melangkah kekanan. Gerakan tersebut dilakukan dengan kompak dan disesuaikan dengan irama syair yang dilantunkan.

Pengiring Tari Kebalai

Dalam pertunjukan Tari Kebalai biasanya tanpa diiringi musik, namun hanya di iringi oleh syair-syair yang dilantunkan oleh si pelantun syair sering disebut manahelo dan manasimba. Syair yang dibawakan oleh pelantun syair biasanya merupakan syair-syair adat. Selain menjadi pelantun syair mereka ini juga memimpin tarian.

Kostum Tari Kebalai

Dalam pertunjukan Tari Kebalai biasanya para penari menggunakan pakaian adat khas Rote Ndao. Untuk penari laki-laki biasanya menggunakan busana seperti selimut selampang, selimut hafa, dan habas. Selain itu penari pria juga menggunakan topi khas Rote Ndao yang disebut dengan Ti’i langga. Sedangkan untuk penari perempuan biasanya menggunakan busana seperti kain sarung, selampang, pendi, dan habas. Selain itu juga menggunakan Bula Molik yang dipakai di kepala.

Perkembangan Tari Kebalai

Dalam perkembangannya, tarian kebalai tidak hanya dilakukan saat upacara pemakaman adat saja, namun juga sering dilakukan di berbagai acara yang bersifat hiburan seperti acara adat, penyambutan, dan perayaan. Selain itu tarian ini juga sering dipertunjukan di berbagai acara seperti pertunjukan seni dan festival budaya. Tari Kebalai ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Rote Ndao. Hal ini tentu merupakan salah satu cara masyarakat Rote Ndao dalam melestarikan dan memperkenalkan kepada masyarakat luas akan tradisi dan budaya mereka.

Sekian pengenalan tentang “Tari Kebalai Tarian Tradisional Dari Rote Ndao, NTT”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang kesenian tradisional di indonesia.


YUK CINTAI DAN LESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL DI INDONESIA!

Related Posts: