Tari Ledo Hawu Tarian Tradisional Dari Sabu Raijua, NTT

Tarian satu ini merupakan salah satu tarian tradisional dari Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namanya adalah Tari Ledo Hawu.

Apakah Tari Ledo Hawu itu?

Tari Ledo Hawu adalah salah satu tarian tradisional dari daerah Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini biasanya dibawakan oleh para penari pria dan wanita secara berpasangan dengan gerak tari dan iringan musik yang khas. Tari Ledo Hawu merupakan salah satu tarian tradisional cukup terkenal di Nusa Tenggara Timur, khususnya di daerah Sabu sebagai tempat asalnya. Tari Ledo Hawu biasanya ditampilkan di berbagai acara seperti upacara adat, penyambutan dan festival budaya.

Asal Mula Tari Ledo Hawu

Tari Ledo Hawu merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Sabu, Nusa Tenggara Timur. Pada jaman dahulu, tarian ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara kematian untuk kaum tertentu seperti bangsawan, tokoh adat, maupun kepala suku. Karena merupakan tarian yang dianggap sakral, tarian ini hanya dilakukan oleh penari dari suku tertentu yang mempunyai kedudukan tertinggi di masyarakat Sabu.

Fungsi Dan Makna Tari Ledo Hawu

Seperti yang dikatakan sebelumnya, Tari Ledo Hawu awalnya digunakan sebagai bagian dari upacara kematian untuk kalangan tertentu. Bagi masyarakat Sabu, Tari Ledo Hawu dilakukan untuk menjauhkan dari roh-roh jahat (tolak bala) dan menghantarkan arwah yang meninggal menuju tempat peristirahatan abadi. Selain itu Tari Ledo Hawu juga dimaksudkan untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan agar tidak berlarut dalam duka.

Pertunjukan Tari Ledo Hawu

Dalam pertunjukannya, Tari Ledo Hawu biasanya ditampilkan secara berkelompok atau berpasangan antara penari pria dan wanita. Jumlah penari biasanya terdiri dari 3-5 orang, artinya 3-5 penari pria dan 3-5 orang penari wanita. Dengan berpakaian adat Sabu dan diiringi oleh alunan musik tradisional, mereka menari dengan gerakan yang sangat khas.

Dalam pertunjukannya biasanya dilakukan dalam 6 babak. Pertama diawali dengan masuknya para penari kedalam arena secara terpisah antara pria/wanita menuju ketengah arena dan membuat formasi melingkar. Kemudian babak ke dua dilajutkan dengan formasi berpasangan antara pria dan wanita. Para penari penari pria berdiri sambil memainkan pedang dan penari wanita merendah sambil mengayunkan tangan mereka ke depan dan ke belakang secara bergantian.

Setelah itu dilanjutkan dengan ke tiga, penari pria dan wanita membentuk barisan, penari pria menari dengan memainkan pedang dan penari wanita menari dengan gerakan tangan kanan memegang sarung dan tangan kiri diletakan di pinggang. Kemudian babak ke empat, dilajutkan dengan membentuk satu lingkaran, penari wanita merendah lagi dengan gerakan yang sama dengan sebelumnya dan penari pria melompat ke dalam dan mundur lagi.

Setelah itu di babak ke lima, penari wanita menuju pinggir arena membentuk lingkaran kemudian merendah dengan kerakan yang sama sambil menyaksikan penari pria yang sedang perang tanding. Setelah perang tanding selesai kemudian babak terakhir, para penari berbaris dan keluar arena dengan gerakan yang sama seperti saat masuk ke arena.

Gerakan Tari Ledo Hawu

Gerakan gerakan dalam Tari Ledo Hawu ini terbagi menjadi beberapa jenis. Pada penari pria terdapat jenis gerakan seperti ede, gedhe,gigi, dan pejuru. Sedangkan pada penari wanita terdapat jenis gerakan seperti launada, beto, here, peidoi, dan gepe. Setiap jenis gerakan tersebut biasanya mewakili setiap babak pertunjukan Tari Ledo Hawu. Namun hal itu tergantung konsep dan variasi yang dibawakan oleh setiap kelompok tari.

Pengiring Tari Ledo Hawu

Tari Ledo Hawu ini biasanya diiringi oleh musik tradisional seperti gong dan tabur. Untuk alat musik gong biasanya terdiri dari beberapa gong yang dimainkan secara bergantian sehingga menghasilkan nada yang indah. Sedangkan tarbur dimainkan dengan melengkapi suara gong sehingga menghasilkan perpaduan irama musik yang enak untuk didengar.

Kostum Tari Ledo Hawu

Dalam pertunjukannya, penari dibalut dengan pakaian adat khas Sabu. Pada penari pria biasanya menggunakan kain khas yang disebut higi huri yang dikenakan untuk menutupi bagian perut hingga lutut dan digunakan untuk selampang. Bagian kepala penari menggunakan dastar (willa hipora). Selain itu penari pria juga dilengkapi dengan giring-giring (walagiri), pedang (hamala) dan sapu tangan di tangan kiri.

Pada penari wanita menggunakan kain khas Sabu (ei) yang diikat sebatas dada dan menutupi kaki. pada bagian rambut dikonde khas suku Sabu dan dihiasi dengan labba. Selain itu penari wanita juga dilengkapi dengan hiasan seperti kalung (habas), anting (ate-ate), gelang (lele), dan ikat pinggang (pending).

Perkembangan Tari Ledo Hawu
Walaupun merupakan salah satu tarian yang cukup lama, tarian ini masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Sabu. Dalam perkembangannya, Tari Ledo Hawu tidak hanya ditampilkan pada upacara adat saja, namun juga ditampilkan untuk acara seperti penyambutan tamu penting, perayaan, dan pertunjukan seni budaya. Selain itu tarian ini juga menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung kesana. Hal ini tentunya  merupakan salah satu upaya dalam melestarikan dan memperkenalkan kepada generasi muda serta masyarkat luas akan tradisi dan budaya di daerah Sabu.

Sekian pengenalan tentang “Tari Ledo Hawu Tarian Tradisional Dari Sabu Raijua, NTT”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang kesenian tradisional di Indonesia.

YUK CINTAI DAN LESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL DI INDONESIA !

Related Posts: